Teater Epik : Mendiang Republik

Tentang Proyek Ini

Kisah sosok Ibu Pertiwi di balik Kelambu yang bersenandung lirih mengenang keanggunan bangsanya melalui nada-nada dan lirik Salendro. Beberapa gerakan pra-kemerdekaan (sumpah pemuda ; gerakan politik Indonesia) menjadi latar sekaligus pengantar repetoir peperangan sebelum kemerdekaan, hingga akhirnya pembacaan teks proklamasi.

Walau empat pendiri republik: Soekarno, Tan Malaka, Hatta, Sutan Syahrir, telah menyodorkan berbagai pemikiran tentang makna kemerdekaan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, pertanyaan: “Lantas apa itu merdeka?” tetap menjadi tanda tanya besar hingga saat ini.

Refleksi kemerdekaan dapat kita ‘nikmati’ dalam berbagai bentuk; pertikaian, penjajahan berkedok korupsi; tindak kriminal yang merajalela; dan bentukan kolonialisasi dari berbagai pintu.

Berbagai pertanyaan kerap bermunculan. Apa sebenarnya makna kemerdekaan? Untuk siapa sebenarnya kemerdekaan? Seberapa penting kemerdekaan? Pertanyaan paling fundamental: Apa benar kita sudah merdeka?

Naskah ini berupaya menjadi cermin kondisi republik kita saat ini yang seolah mati suri, dan ingin menyentil penonton untuk menyadarkan apa yang terjadi, dengan perantara olah musik, gerak tubuh, dan visual yang memukau. Mendiang Republik akan memberikan pertunjukan teater yang bermutu, menarik, dan seru disaksikan untuk kalangan luas.

Pementasan akan dilakukan
di Teater Tertutup Dago Tea House
27 Mei 2012

Majalah Epik
Twitter: @majalahepik
Telepon: 081809442483 (Adryan)

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan properti, dekorasi, tata panggung, dan penyewaan sound system yang akan digunakan selama pementasan.

Updates

Belum ada update.

Pendukung

Nama Tanggal Nilai

Beri komentar

Anda harus login dan menjadi pendukung untuk memberi komentar.

Masih ada pertanyaan? Tanyakan langsung kepada pemilik proyek. Tanya Pemilik Proyek
KepadaAdryan Hafizh
Nama
Email
Pesan